sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol > uruguay > talia Duduki Tempat ketiga di Piala Konfederasi Kalahkan Uruguay Lewat Drama Adu Penalti
Italia merebut tempat ketiga di Piala Konfederasi FIFA 2013 di Brasil pada hari Minggu (30/6) dengan mengalahkan Uruguay 3-2 lewat adu penalti, setelah bermain imbang 2-2 dalam waktu regulasi, di Stadion Fonte Nova, Salvador de Bahia yang disaksikan 43.382 penonton.
Lewat serangan Di Mattia Sciglio di sebelah kiri dan mobilitas Diamanti merupakan senjata andalan Cesare Prandelli, pada babak pertama Italia beberapa kali bisa membahayakan gawang yang dijaga Kiper Uruguay, Fernando Muslera.

Tampilan : Itali vs Uruguay
Sementara Uruguay juga mendapatkan peluang kesempatan mencetak gol pertama dalam lima menit pertama pertandingan dimulai dengan serangan balik yang cepat oleh Luis Suarez.
Namun di menit ke-24 'Azzurri' dapat membuka skor, ketika Diamanti mengeksekusi tendangan bebas dari kanan namun bola memantul ke tiang jauh gawang Fernando Muslera, kemudia kesempatan itu tidak disia-siakan Davide Astori untuk mencetak gol ke gawang Uruguay.

Tampilan : Selebrasi Tim Italia
Uruguay mulai terbangun setelah gol tersebut dan mulai melakukan serangan terhadap "Azzuri", juga memperketat zona pertahanan mereka agar Italia tidak bisa mengambil keuntungan dari serangan balik.
"The real team" Uruguay beberpa kali memiliki peluang emas namun sayang selalu dapat diamankan oleh kiper Gianluigi Buffon berhasil menjaga keperawanan gawang Italia melalui tiga kesempatan Uruguay melalui Suarez di menit ke-27 yang dapat dibelokakan arah bolanya, tembakan Maxi Pereira yang dapat ditepis ke kiri gawang di menit ke-37 dan juga pada menit ke-39 tendangan jarak jauh Diego Forlan.

Tampilan : Selebrasi Tim Uruguay
Itali membalas serangan Uruguay melalui tekan serangan balik, ketika Stephan El Shaarawy memiliki kesempatan mencetak gol di menit ke-40 namun Diego Godin mampu mencegah gol tersebut dengan mengalihkan tembakan striker Itali itu.
Setelah istirahat babak pertama dan memasuki babak kedua, Uruguay terus menekan dan berhasil membuat kedudukan menjadi sama 1-1 di menit ke-58 melalui gol striker Napoli, Endison Cavani. yang meneruskan umpan pemain Uruguay lainnya, ketika Gargano berhasil mencuri bola di lini tengah, lalu maju ke dekat daerah pertahanan Azzuri dan diteruskan lewat kiri pertahanan Itali di mana 'Matador Cavani' muncul dengan menempatkan bola ke jaring Italia.

Tampilan : Luiz Suarez Bersama Anaknya
Ketika Uruguay mulai bermain baik di babak kedua, sementara Italia sangat tergantung pada eksploitasi Buffon dalam menjaga pertahanan. Namun akhirnya 'Azzurri' memberi kejutan terhadap Uruguay dengan membuat gol kedua mereka, ketika Diamanti melakukan tendangan bebas yang luar biasa ke gawang Uruguay di menit ke-73.
Tapi lima menit kemudian Uruguay dapat menyamakan kedudukan melalui Cavani merupakan senjata anddalan mereka yang membuat gol melalui tendangan bebas pada menit ke-78, sehingga merubah skor menjadi 2-2.

Tampilan : Suporter Italia Merayakan Kemenangan
Pertandingan berkelanjutan dengan perpanjangan waktu, Uruguay memiliki kesempatan emas untuk menang, namun Buffon dapat menggagalkannya, ketika Kiper jenius Italia ini terbang ke kanan untuk membelokkan tembakan pada menit ke-119 dari sepakan Gargano. Skor tetap bertahan pada perpanjangan waktu yang diteruskan menuju adu pinalti.
Statistik Adu penalti :
Italia: Alberto Aquilani (Gol), Stephan El Shaarawy (Gol), Mattia De Sciglio (Gagal), Emanuele Giaccherini (Gol)
Uruguay: Diego Forlan (Gagal), Edinson Cavani (Gol), Luis Suárez (Gol), Martín Cáceres (Gagal), Walter Gargano (Gagal).
Uruguay: Diego Forlan (Gagal), Edinson Cavani (Gol), Luis Suárez (Gol), Martín Cáceres (Gagal), Walter Gargano (Gagal).

Tampilan : Selebrasi Tim Italia Atas keberhasilan Buffon tahan pinalti
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol > uruguay > talia Duduki Tempat ketiga di Piala Konfederasi Kalahkan Uruguay Lewat Drama Adu Penalti
epak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > brasil > spanyol > piala konfederasi > Brazil Juara !!! Dominasi Spanyol Berakhir
Walaupun jalannya Pertandingan Final Piala Konfederasi, Minggu (30/06), antara Brasil sebagai Juara bertahan dan Spanyol lebih di dominasi oleh Negara "Matador Spanyol" dengan penguasaan bola "Selecao" 48% sementara Spanyol 52%. Brasil tetap sebagai juara bertahan ketika, Fred membuka skor set pada dua menit pertandingan baru berlangsung. Neymar memberi kejutan kembali pada "Matador genk" untuk memperlebar jarak skor pada menit ke-44 menit dan kemudian "The Real Hero" Fred mengakhiri skor menjadi 3-0 di awal babak kedua tepatnya di menit ke 47.

Tampilan : Fred & Neymar
Pada tanggal 30 Juni 2002, Luiz Felipe Scolari berhasil membawa gelar Piala Dunia kelima untuk Brasil di Korea Selatan & Jepang sebagai tuan rumah bersama. Sebelas tahun kemudian, hari pada hari Minggu (30/6), Scolari kembali membuat "selecao" mempertahankan Piala Konfederasi setelah menjuarai tiga kali berturut-turut, Papa Scolari membawa Brasil Juara Piala Konfederasi Keempat kali yang merupakan rekor ajang Piala Dunia Mini, yang membuat Selecao sebagai tim favorit di Piala Dunia tahun depan.
Scolari mengambil alih tim, untuk kedua kalinya, akhir tahun lalu dan mulai memperbaiki timnya baik dari segi komposisi pemain juga taktikstrategi timnya. Oleh karena itu ia disebut teknis "spesialis" yang selalu dapat menempatkan tim yang ia latih jadi pemenang.
Tampilan : Neymar Rayakan Gol
Tampilan : Brasil Rayakan Kemenangan
Tampilan : Pemain Brasil Rayakan Kemenangan Bersama Suporter Selecao
Tampilan : Neymar Selebrasi Bersama Penonton
Tampilan : Suporter Brasil Pegang Piala
Kemenangan Brasil juga memecahkan rekor Spanyol selama tiga tahun dan 29 pertandingan tanpa kekalahan. Kekalahan terakhir mereka adalah melawan Swiss (1-0) pada 16 Juni 2010, dalam pertandingan pertama Piala Dunia di Afrika Selatan, di mana mereka akhirnya Spanyol dapat menjadi juaranya.
Spanyol datang pada turnamen ini sebagai tim yang difavoritkan, selain Brasil dan Italia. Tapi apa mau dikata Dunia Sepak bola tidak dapat ditebak siapa yang akan menjadi juaranya, Turnamen Piala Konfederasi 2013 di Brasil ini pulalah hegemoni kekuasaan sepak bola Spanyol akhirnya runtuh juga. Tapi siapa tahu di Piala Dunia Brasil 2014, Spanyol dapat memberikan kejutan...... siapa tahu !!!
epak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > brasil > spanyol > piala konfederasi > Brazil Juara !!! Dominasi Spanyol Berakhir
epak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > brasil > spanyol > piala konfederasi > Brazil Juara !!! Dominasi Spanyol Berakhir
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol > Spanyol Kalahkan Itali Lewat Adu Pinalti
Spanyol berhasil melaju ke putaran Final turnamen Piala Konfederasi FIFA 2013 yang akan diselenggarakan di stadion Maracana, Rio de Janeiro (07:00 waktu setempat 22h00 GMT) pada hari Minggu. Lawan mereka adalah juara dunia lima kali, Brasil, yang pada hari Rabu mengalahkan Uruguay 2-1. Dua tim yang kalah akan bermain satu sama lain untuk menentukan tempat ketiga dan keempat pada hari yang sama, di Stadion Salvador, Bahia, mulai pukul 16h00 GMT.
Adu Pinalti menentukan pemenang pertandingan antara Spanyol dan Italia yang saling menjebol gawang sampai dimulainya tendangan ketujuh, ketika bek Juventus, Leonardo Bonucci, tendangannya tinggi melewati mistar gawang Kiper Iker Casillas, dan penendang terakhir Spanyol Jesús Navas (Manchester City) mencetak gol pada kesempatan terakhir adu pinalti.

Tampilan : Ekspresi Jesus Navas Cetak Gol Pinalti
Bagaimanapun, tim Italia lebih baik untuk sebagian besar permainan. Kekalahan yang menyakitkan oleh Spanyol 4-0 di Final Euro 2012, sangat mempengaruhi Italia.
Italia pada pertandingan babak pertama sangat buruk dalam penyelesaian akhir, dimana mereka memiliki enam peluang tuntuk mencetak gol.
"Azzuri" menciptakan suatu strategi yang baru, dimana para pemain melakukan eksekusi dengan sangat baik, para pemain dengan mudah dapat mencuri bola dan keluar dengan cepat untuk melakukan serangan balik.
Gagalnya peluang yang dimiliki Alberto Gilardino (Bolonia), Daniele Di Rossi (Roma), dan Claudio Marchiso (Juventus) menghambat upaya Italia 'untuk mencetak gol ke gawang Iker Casillas (Real Madrid) yang bermain sangat baik pada pertandinngan tersebut. Pertahanan Italia juga sangat tangguh dibawah penjagaan pemain Napoli, Christian Maggio, yang juga ikut membantu penyerangan.

Tampilan : Ekspresi Kemenangan Spanyol
Di sisi lain, Spanyol, harus menunggu 26 menit sebelum mereka berhasil mendapatkan peluang, ketika David Silva mendapat bola dan berhadapan langsung dengan kiper Italia Gianluigi Buffon, cuma sayang kehilangan kontrol ketika mencoba untuk mengecoh kiper Italia. 34 menit kemudian kembali Spanyol memiliki peluang nyata mereka, lewat Fernando Torres namun sayang gagal.
Pemain Barcelona, Xavi, yang merupakan 'otak' tim Spanyol, tidak berkutik untuk menyuplai bola ke rekan setimnya dan melakukan serangan seperti biasa lewat lini tengah, karena kuatnya strategi ofensife yang di pragakan tim Italia.
Pelatih Vicente del Bosque mengganti David Silva (Manchester City) pada awal babak kedua dan menempatkan Navas di posisi David Silva, dengan tujuan untuk memperkuat lini tengah, terutama lewat serangan.
Kemudian, gelandang Juan Mata (Chelsea) dimasukkan untuk menggantikan Pedro. Sementara di tim Italia, Riccardo Montolivo menggantikan Barzagli dan Alberto Aquilani (Fiorentina) menggantikan Marchisio (Juventus).

Tampilan : Suporter
Del Bosque menginstruksikan pemainnya agar tetap tenang, setelah belajar dari babak pertama di mana pemain Italia dengan cepat mencuri bola untuk melakukan serangan balik secepat mungkin ke area pertahanan Spanyol.
Pada tambahan waktu, Eduardo Giovinco menggantikan Gilardino dan Pelatih Spanyol Del Bosque membuat keputusan yang berani dalam menentukan strategi tim, dimana Del Bosque menarik Torres keluar dan menggantikannya dengan seorang gelandang bertahan Javi Martínez (Bayern Munich).
Martínez yang memiliki tinggi 1,90 meter membuat peluang untuk Spanyol pada babak perpanjangan waktu, ketika ia menguasai bola ke daerah Italia lewat sumpan undulannya, namun sayang bola yang telah dikuasai Xavi dengan menendang bola ke gawang Italia dan Buffon berhasil menepisnya. Bertahannya skor 0-0 di babak extra time, membuat permainan dilanjutkan dengan babak adu pinalti.
Pada babak adu pinalti gol Jesús Navas yang menentukan tim nasional Spanyol meraih kemenangan dengan agregat 7-6. Kemenangan ini membuat Tim Spanyol lebih dari tiga tahun, dan lebih dari 29 pertandingan resmi tanpa kekalahan. Kekalahan terakhir Spanyol adalah ketika melawan Inggris, di London, pada tanggal 12 November 2011, dengan skor 1-0.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > brasil > piala konfederasi > Brasil Finalis Pertama di Piala Konfederasi 2013
Brasil memupuskan harapan Luis Suarez dkk menuju putaran Final Piala Konfederasi FIFA 2013, ketika gol Fred pada menit ke-42, dan Paulinho pada menit ke-86, memberikan kemenangan untuk Brasil, yang disaksikan 57.480 penonton pada lanjutan Semi-final Piala Konfederasi FIFA di stadion Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (26/6).
Gol Edinson Cavani menit ke-48 pada babak kedua menyamakan kedudukan untuk Uruguay. Namun sayang sebelumnya Diego Forlán pada menit ke-14 gagal mengeksekusi penalti .
.jpg)
Tampilan : Luiz Suarez, Paulinho & Thiago Silva
Gelandang Corinthians, Paulinho, yang telah dincar oleh beberapa tim Eropa, muncul di tiang jauh di menit ke-86 menyundul bola dari sepak pojok yang dilakukan Neymar, dan akhirnya sundulannya memberikan kemenangan kepada Brasil dan pelatih Luiz Felipe Scolari.
Brasil kurang menguasai permainan pada babak pertama dan sebagian besar dikendalikan oleh Uruguay. Brasil mampu mengurangi serangan Uruguay melalui serangan sayap wing back mereka lewat Dani Alves dan Marcelo.
Sedikit yang terjadi dalam pertandingan sampai menit ke-14 ketika Uruguay memiliki peluang besar untuk membuka skor, tapi sayang tendangan Diego Forlán dapat diamankan Kiper Veteran Brasil, Julio Cesar, ketika bek David Luiz membuat pelanggaran terhadap Diego Lugano di daerah kotak pinalti.
Pada menit ke-42, Brasil dapat membuka papan skor di babak pertama, ketika Neymar menerima umpan dari Paulinho dan menendang bola yang dapat ditangkis oleh kiper Uruguay Muslera. Tembakan Neymar menghasilkan rebound yang berhasil dimamfaatkan oleh Fred dan menghasilkan skor berubah menjadi 1-0. Golnya ini adalah gol keempat bagi striker Fluminense di turnamen Piala Konfederasi FIFA 2013, sehingga menunjukkan dirinya sebagai striker berkualitas.
Tapi hanya enam menit kemudian Uruguay merespon dengan gol Edinson Cavani, di babak kedua tepatnya pada menit ke-48.
The 'Matador Cavani', pencetak gol terbanyak di Liga Italia, memenangkan duel bola di kotak pertahanan pinalti Brasil dan tembakan kaki kirinya berhasil mencetak gol equalizer di menit ke-48, yang membungkam pendukung Brasil di stadion Mineirao.
Pertandingan berlajut dengan mendebarkan dikarenakan kedudukan menjadi 1-1, akhirnya kemenangan Brasil datang pada menit ke-86 ketika Paulinho mencentak gol penentu kemenangan yang membuat stadion Mineirao menjadi hiruk-pikuk merayakan gol tersebut.
.jpg)
Tampilan : Selebrasi Kemenangan Neymar & Julio Cesar
Brasil akan bermain hari di Final Piala Konfederasi FIFA 2013 pada hari Minggu di Stadion Maracana di daerah Rio de Janeiro mulai pukul 19:00 waktu setempat ( 22h00 GMT ). Mereka akan menghadapi pemenang antara Spanyol dan Italia yang akan melangsungkan pertandingan pada hari Kamis di stadium Castelao di daerah Fortaleza.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > piala confedrations fifa > brasil > Julio César Peringatkan Brasil Untuk "Hati-hati" Lawan Uruguay
Kiper Brasil, Julio César, mengatakan bahwa Brazil harus "hati-hati" terhadap trio penyerang Uruguay di semifinal Piala Konfederasi FIFA 2013.
Edinson Cavani, Diego Forlan dan Luis Suárez "tiga penyerang yang sangat kuat. secara individual dan mereka dapat menguasai permainandengan baik," kata Julio César.
"Saya tahu mereka adalah pemain yang hebat dan kita harus berhati-hati. Mereka bisa membuat serangan Uruguay menjadi kuat. " ujar kiper Queens Park Rangers.

Tampilan : Julio César
Brasil maju ke semi-final dari Grup A dan tak terkalahkan dengan tiga kemenangan, sedangkan Uruguay menempati posisi kedua di Grup B dengan satu kekalahan dan dua kemenangan. Julio César, dipanggil kembali ke tim nasional Brasil setelah kembalinya pelatih Luiz Felipe Scolari.
"Setelah memenangkan Copa America tahun 2011 mereka yakin menang. Mereka ingin mengubah fakta bahwa Brasil lebih baik dari permainan mereka. Mereka sangat siap untuk menghadapi tim yang memainkan sepakbola yang indah," ungkap Julio César
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > piala confedrations fifa > brasil > Julio César Peringatkan Brasil Untuk "Hati-hati" Lawan Uruguay
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol > Del Bosque : Italia Ingin Balas Dendam
Pelatih Spanyol Vicente del Bosque mengatakan, motivasi utama Italia pada semifinal dari Piala Konfederasi FIFA melawan Spanyol adalah keinginan untuk balas dendam kekalahannya di dalam final Euro 2012 dengan skor 4-0.
"Italia pada dasarnya tetap tim yang sama dan kita juga, pelatih yang sama, para pemain sendiri tidak berubah banyak. Mereka ingin balas dendam dan kami ingin mencapai final, " kata Del Bosque

Tampilan : Del Bosque
Dengan cederan yang dialami Cesc Fabregas, saat melawan Nigeria, Del Bosque mengatakan itu adalah benar-benar sesuatu yang buruk .
Sementara itu, Jordi Alba yang membuat dua gol saat melawan Nigeria kemungkinan akan dimainkan saat pertandingan semifinal Kamis melawan Italia di Fortaleza.
"Melawan tim seperti Italia Anda tidak pernah tahu apa yang Anda akan alami. Mereka sangat kuat di belakang dan menangani pertahanan dengan baik. Mereka akan menjadi lawan tangguh karena beberapa tahun ini mereka mengalami peningkatan performa," ujar Del Bosque
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol > Del Bosque : Italia Ingin Balas Dendam
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > italia > piala konfederasi > Cidera, Balotelli Kembali ke Italia
Striker Italia Mario Balotelli mengakhiri partisipasinya di Piala Konfederasi FIFA karena cedera kaki kiri dan akan kembali ke Italia untuk pengobatan oleh dokter klubnya AC Milan.
Dokter tim Enrico Castellacci, mengatakan, "Pagi ini latihan dilakukan tapi kondisi medis tidak memuaskan dan pemain tidak dapat pulih sebelum semi-final Minggu. Kita memilih untuk tidak mengambil risiko".
Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) sebelumnya mengumumkan pada Minggu malam bahwa Mario Balotelli (22 tahun) tidak akan bermain dalam pertandingan semi-final melawan Spanyol pada hari Kamis karena ada cidera di kaki kirinya.

Tampilan : Mario Balotelli
Prandelli belum bisa memberitahu tentang siapa yang akan bermain di tempat Balotelli di semi-final. "Tanpa Mario kita harus bekerja lebih keras dan bermain kolektif," jelasnya. "Kami akan memiliki pemain dengan karakteristik yang berbeda, dengan tujuan untuk membuat tim lebih kompak."
Mengenai gelandang Andrea Pirlo, yang tidak bermain melawan Brasil di pertandingan ketiga yang mengalami cedera betis , "dia bekerja dan kami hati-hati optimis, "kata Castellacci . Dalam kasus Pirlo, "kita harus memeriksa keadaan Pirlo setiap hari. Kami akan memutuskan pada menit terakhir jika dia akan bermain atau tidak . "
Namun gelandang Riccardo Montolivo, yang harus meninggalkan lapangan bermain melawan Brasil setelah menderita pukulan ke kepala, " adalah lebih baik dan kami percaya dia akan tersedia untuk bermain melawan Spanyol, "kata dokter .
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > italia > piala konfederasi > Cidera, Balotelli Kembali ke Italia
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > piala konfederasi > uruguay > Uruguay Libas Tahiti 8-0
Gol Abel Hernandez pada menit ke-2, 24, 45 +1, 67 penalti, Diego Perez menit ke-27, Nicolas Lodeiro menit ke-61 dan Luis Suarez menit ke-82 dan 90 berhasil membawa Uruguay ke semi-final melawan Brasil, setelah berhasil melibas Tahiti dengan skor 8-0 pada pertandingan Piala Konfederasi FIFA yang dimainkan di Recife Arena Pernambuco dengan jumlah penonton 22.047.
Dengan dua gol, Suarez pada menit ke-35 di 67, kembali Uruguay memilikii pencetak gol terbanyak dalam sejarah, melebihi rekor sebelumnya yang dipegang oleh Diego Forlan.
Dengan kemenangan ini pula Uruguay menempati posisi kedua di Grup B, di belakang Spanyol, dan maju ke semifinal.
Sementara itu Juara Piala Dunia, Spanyol, berhasil mengalahkan Nigeria 3-0 di Stadion Castelao dan berhasil menyelesaikan turnamen dengan nilai sempurna sembilan poin.
Tahiti telah memecahkan rekor di Piala Konfederasi dengan kemasukan 23 gol dan hanya memasukan satu gol. Sebelumnya rekor ini menjadi milik Arab Saudi dalam Piala Konfederasi FIFA 1999 dengan kemasukan 16 gol.
Sementara itu Spanyol akan menghadapi Italia di Fortaleza pada semifinal Piala Konfederasi FIFA, yang merupakan pertandingan ulangan final Kejuaraan Eropa 2012 di Polandia & Ukraina, dimana tim 'Matador' menang telak 4-0.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > piala konfederasi > uruguay > Uruguay Libas Tahiti 8-0
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > piala konfederasi > uruguay > Uruguay Libas Tahiti 8-0
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol > Spanyol Bertemu Italia Di Semi-Final Setelah Kalahkan Nigeria
Pemain FC Barcelona, Jordi Alba, mencetak dua gol menit ke-3 dan 88, termasuk juga striker Chelsea Fernando 'Nino' Torres di menit ke-62, yang membuat Nigeria keluar dari turnamen Piala Konfederasi FIFA di Grup B hanya dengan membawa satu kemenangan 6-1 atas Tahiti.
Brasil dan Uruguay akan memainkan semifinal pertama, Rabu di Belo Horizonte, dan kemudian Spanyol dan Italia hari Kamis di Fortaleza.

Tampilan : Tim Spanyol
Permainan melawan Nigeria ditandai dengan debut pertama kiper Victor Valdes di sebuah turnamen resmi Negeri Matador menggantikan Kiper utama mereka Iker Casillas, dimana dia tidak pernah bermain satu menit pun di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Kejuaraan Eropa di Polandia & Ukraina 2012.
Spanyol dan Nigeria sebelumnya pernah bertemu satu kali, ketika fase pertama Piala Dunia 1998 di Perancis, di mana Juara Afrika dikalahkan 3-2 oleh Spanyol. Dengan kekalahan ini akhirnya Nigeria mengalami kekalahan dua kali dari Negeri Matador.
Dengan demikian, Spanyol telah memenangkan 28 pertandingan resmi. Belum pernah kalah sejak pertandingan pertamanya di Piala Dunia Afrika Selatan tahun 2010, dengan meraih kemenangan 1-0 melawan Swiss. Dimana akhirnya Spanyol memenangkan Piala Dunia dan Euro 2012.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol > Spanyol Bertemu Italia Di Semi-Final Setelah Kalahkan Nigeria
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > concacaf > uefa > meksiko > concacaf > "Chicharito" Berikan Kemenangan Meksiko atas Jepang
Meksiko tetap dipecat dari Piala Konfederasi FIFA di Brasil, pada hari Sabtu, walaupun berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Jepang. Kemenangan Meksiko merupakan kinerja yang luar biasa dari bintang mereka "Chicharito" Hernandez, lewat dua golnya.
Penyerang Meksiko ini, berhasil menghapus kesan buruk permainan mereka pada babak pertama dengan double golnya pada menit ke-54 dan 66 dalam pertandingan di stadion Mineirao.

Tampilan : Selebrasi Geovani Dos Santos dan Javier "Chicharito" Hernandez
Namun, menjelang akhir pertandingan striker Manchester United ini gagal membuat gol lewat tendangan penalti yang dapat membawa kesempatan timnya untuk meninggalkan turnamen Piala Konfederasi FIFA dengan skor yang tinggi. Tembakannya berhasil diselamatkan oleh kiper Eiji Kawashima setelah 90 +2.
Jepang dapat memperkecil skor lewat gelandang serang Shinji Okazaki, yang mencetak gol untuk Jepang pada menit ke-86. Dengan hasil ini Negeri Sakura tersebut pulang dengan membawa 3 kekalahan dari Brasil. (0-3), Italia (3-4), dan terakhir Meksiko (1-2), tidak ada kemenangan yang dapat di raih Jepang pada tturnament ini.
Kemenangan tersebut tetap membuat Meksiko sebagai Juara Piala Konfederasi FIFA pada tahun 1999 tersingkir di babak berikutnya, setelah kalah dari Italia (2-1) dan Brasil (2-0).

Tampilan : Geovani Dos Santos dan Javier "Chicharito" Hernandez
Gol pertama Meksiko ini melalui kepala pemain Manchester United yang berhasil menanduk bola yang dikirim oleh Andres Guardado dari sisi kiri.
Gol kedua datang setelah memamfaatkan tendangan sudut, Hernandez berhasil melampaui lompatan bek Jepang menuju bola di daerah gawang Jepang dan menjadikan Gol untuk Meksiko.
Dengan kemenangan tipis ini, Meksiko menutup penampilan buruk mereka dalam turnamen Piala Konfederasi FIFA di Brasil., dan mereka akan mempertanyakan kinerja pelatih Jose Manuel de la Torre.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > concacaf > uefa > meksiko > concacaf > "Chicharito" Berikan Kemenangan Meksiko atas Jepang
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > concacaf > uefa > meksiko > concacaf > "Chicharito" Berikan Kemenangan Meksiko atas Jepang
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > brasil > piala konfederasi > Brasil Pukul Italia 4-2
Brasil berhasil memukul Italia dengan skor 4-2 untuk mempertahankan posisi teratas dalam Piala Konfederasi FIFA Grup A dengan membuat tim asuhan Cesare Prandelli bertahan di posisi kedua di Stadion Arena Fonte Nova, Sabtu.
Azzurri tertinggal terlebih dahulu 1-0 oleh gol Dante di interval babak pertama sebelum istirahat. Emanuele Giaccherini menyamakan kedudukan pada babak kedua di menit ke-51 dan Brasil memperlebar jarak lagi dengan Italia melalui Neymar pada menit ke-55 lewat tendangan bebas. Kemudian Fred menambah pembendaharaan gol brasil pada menit ke-66, sebelum Giorgio Chiellini berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-2 pada menit ke-71. Pemain Italia, Christian Maggio, nyaris menyamakan kedudukan, namun sayang gagal, sebelum Fred membuat Brasil menang meyakinkan lewat golnya di menit ke-89.

Tampilan : Neymar & Balotelli
Sebenanrnya kedua tim sudah memiliki peluang ke semi-final sebelum pertemuan mereka di Stadion Arena Fonte Nova.
Italia sekarang akan menghadapi pemenang Grup B di semi-final pada hari Kamis, melawan Spanyol yang merupakan pertemuan ulang mereka di Final UEFA EURO 2012, dan Brasil akan bertemu Uruguay di semi-final Piala Konfederasi FIFA di Brasil.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > brasil > piala konfederasi > Brasil Pukul Italia 4-2
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > piala konfederasi > uruguay > Diego Forlan Kembali Menemukan Permainan Terbaiknya
Diego Forlan menambahkan tonggak sejarah baru dalam satu dekade jangka panjang nya dengan tim nasional Uruguay. Forlán bermain dalam pertandingan ke-100 untuk tim dan mencetak gol ke-34 nya, ketika melawan Nigeria dengan skor 2-1 pada lanjutan Piala Konfederasi FIFA, dimana dia berhasil mencetak gol pada menit ke-51. Dia sekarang pencetak gol terbanyak dalam sejarah setelah kembali menggeser rekor Luis Suarez.
"Saya bangga tetapi lebih dari itu untuk tim dan Piala ini," kata striker berusia 34 tahun setelah pertandingan. Sejak Oscar Tabárez mengambil alih pembinaan pada tahun 2006 Forlan telah menonjol.

Tampilan : selebrasi Forlan
Tabárez mengatakan setelah selesai pertandingan: "Dia layak menerima semua penghargaan untuk membuat rekor 100 kali pertandigan, dia sendiri."
Pelatih itu menambahkan bahwa ia adalah "seorang striker kelas dunia. Ini menunjukkan dalam cara di mana ia mengontrol bola dan bahwa dia bisa menembak dengan kedua kaki. Hari ini ia memberikan sampel itu."
"Ini sangat penting bahwa ia telah mencapai Caps '100 '. Hal ini sangat menyanjung dia untuk mencapai angka tersebut," kata pelatih itu.
Forlan sudah memecahkan rekor untuk penampilan di final Copa América di Argentina pada tahun 2011 melebihi 79 kiper Rodolfo Rodríguez, yang aktif pada tahun 1970 dan 1980-an.
.jpg)
Tampilan : Diego Forlan Raih Penghargaan Man of The Match
Forlan telah memiliki serangkaian penghargaan individu dengan Uruguay sejak debutnya bulan Maret 2002 di pertandingan persahabatan melawan Arab Saudi.
Dia terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia di Afrika Selatan tahun 2010 di mana ia juga sukses cetak lima gol sebagai salah satu top skor bersama dengan David Villa, Thomas Muller dan Wesley Sneijder.
Juga di final yang terakhir Copa América, di mana Uruguay mengalahkan Paraguay 3-0, ia mencetak dua gol dan dengan demikian menyamai rekor yang tampaknya bisa dipecahkan: 31 gol yang dicetak oleh Héctor Scarone legendaris.
Dia memegang rekor gol ini sampai hari Minggu lalu, ketika rekan setimnya Luis Suarez mencetak gol tendangan bebas yang menakjubkan untuk mencapai 33 gol sama dengan Forlan.
Tapi eks pemain depan dari Inter dari Porto Alegre mendapat kembali tempat teratas dengan gol yang ke 34nya.
Forlán sekarang bermain untuk Internacional di Brasil. Dia telah bermain untuk Independiente di Argentina, di mana ia memulai debutnya sebelumnya bersama, Manchester United, Villarreal, Atletico Madrid dan Inter Milan.
Bukan Rahasia umum lagi, ayahnya Pablo Forlan juga bermain untuk tim nasional Uruguay. Dia membela Uruguay pada Piala Dunia 1966 di Inggris dan Jerman Barat-tahun 1974 dan memenangkan Kejuaraan Amerika Selatan (sekarang Copa América) pada tahun 1967.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > conmebol > piala konfederasi > uruguay > Diego Forlan Kembali Menemukan Permainan Terbaiknya
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol >David Villa Cetak Gol ke 55 International Lawan Tahiti
Spanyol berhasil membantai Tahiti 10-0 di Rio de Janeiro pada hari Rabu, membuat mereka lebih dekat ke semifinal di Piala Konfederasi FIFA .
Tahiti, yang pada pertandingan sebelumnya mengalami kekalahan 6-1 melawan Nigeria pada hari Senin, tertinggal oleh Spanyol terlebih dahulu pada lima menit setelah Kick off memalui gol Fernando Torres hasil kerjasama dengan teman sehatinya di Chelsea, Juan Mata. Juara Oseania kembali kebobolan melalui David Silva pada menit ke-31. Kemudian Torres kembali membuat Spanyol unggul 3-0 pada menit ke-33, sebelum Villa menerima umpan David Silva dengan melewati kiper Mickael yang menjadikan Spanyol unggul 4-0 atas Tahiti di menit ke-39, yang menutup akhir babak pertama.

Tampilan : David Villa
Permainan "Matador" kembali meledak ketika Villa untuk mencetak gol internasional ke-55 nya tiga menit memasuki babak kedua. Sayap Manchester City, Jesús Navas, yang menggantikan Sergio Ramos saat istirahat babak pertama dan memberikan umpan manis kepada Torres pada menit ke-57 menjadikan Torres cetak hat-trick, sebelum Villa membuat hat-trick juga pada menit-64.
Juan matta yang pada babak pertama berhasil membuat skema gol Torres, berhasil mencetak gol pada menit ke-66. Sebelum gol ke empat Torres pada menit ke-78.
Silva menambahkan gol untuk Spanyol satu menit tersisa pada menit-89 yang membuat tim Vicente del Bosque meraih enam poin dan berhasil duduk di puncak Grup B, disusul Uruguay dan Nigeria ditempat ketiga. Tim Amerika Selatan, Uruguay berhasil mengalahkan juara Afrika 2-1.
sepak-bolaaa.blogspot.com > sepak bola > fifa > uefa > piala konfederasi fifa > spanyol >David Villa Cetak Gol ke 55 International Lawan Tahiti
